Musibah Terus Menerus, Tanda Kiamat

Bencana terus melanda negara kita. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Seperti halnya perang Israel dan Palestina, bencana alam dan teror bom, dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri, masalah demi masalah terus berdatangan. Mulai dari tragedi tsunami Aceh (26/12/2004), gempa Jogja, semburan lumpur Sidoarjo yang tiada henti, teror bom yang merenggut banyak korban, gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Padang (Pariaman), dan yang terbaru adalah gempa di Jakarta. Memang tidak separah yang di Padang, namun sempat membuat kita yang berada di wilayah Jakarta Utara dan Ujung Kulon panik.

Rentetan musibah ini sebenarnya bisa dilihat dari berbagai perspektif. Mungkin, musibah ini merupakan teguran dari Yang Maha Kuasa agar kita sadar untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan menjaga keseimbangan lingkungan (alam) di sekitar kita.

Secara logika hal itu bisa dipahami. Bumi adalah benda ciptaan Tuhan, ia seperti benda yang akan rusak jika digunakan terus-menerus, apalagi tanpa diikuti dengan usaha perbaikan. Usia bumi pun makin bertambah tua. Manusia diberikan kepercayaan untuk memanfaatkan, namun yang terjadi justru pengrusakan. Ekosistem laut dirusak dan hutan yang dulu dipenuhi tumbuhan yang hijau pun digunduli. Maka dari itu alam telah kehilangan keseimbangan dan tanda-tandanya adalah musibah tersebut.

Kasus semburan lumpur Sidoarjo adalah salah satu bukti jelas mengenai ketidakseimbangan alam tersebut. Dimulai dari sebuah sumur gas yang sedang dieksplorasi di Kecamatan Porong, kemudian tiba-tiba lumpur panas-beracun tersembur keluar. Berdasarkan berita yang saya dengar, diketahui lumpur Lapindo tersebut berasal dari pegunungan lumpur yang ada di bawah Porong dan hingga kini belum diketahui kapan akan berhenti.

Semua musibah yang kita hadapi tersebut benar-benar datang dengan spontan. Tanda-tanda penuaan ini makin nyata. Bumi sedang terombang-ambing,sedangkan manusia hanya bisa pasrah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s